Thursday, December 09, 2004

Slogan Basi

Pagi tadi, mumpung berangkat pagi, jadi bisa santai ke kantor. Gara-gara terlalu santai, mata ini jadi bermain main melihat ke kanan dan ke kiri. Tertumbuklah ke arah poster, spanduk, atau iklan. Satu dua iklan, tiga empat spanduk, menggoda mata ini. Dari mata diolah di otak. Di otak keluar pesan.. SLOGAN BASI.

Coba bagaimana nggak basi:
  1. Hadir dan sukseskanlah pameran bla bla bla bla...
  2. Bersama Film membangun Bangsa (ini aku lihat di gedung film nasional).
  3. Polisi siap menerima keritik dari masyarakat..... (kalo yang satu ini bukan basi mungkin, tapi salah ejaan).
  4. Awas Anjing Galak.
  5. Hati-hati banyak anak kecil.
  6. dsb dsb....

Coba apakah anda juga memperhatikan hal yang sama? Atau anda sudah muak? Bisa jadi, bisa pula tidak. Kalau anda sudah muak, berarti anda dengan sadar selalu melihat hal-hal basi seperti itu. Kalo jawaban anda biasa saja alias tidak muak, bisa jadi karena anda sudah terbiasa dengan sesuatu yang basi.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan sebuah slogan. Termasuk juga slogan basi. Masalahnya adalah, yang basi menjadi terasa busuk ketika slogan hanyalah sebuah slogan. Bangsa ini paling pintar bikin slogan. Coba saja, apakah ada yang masih ingat seperti "Memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat." Tidak ada yang salah, cuma implementasi yang kurang pas sehingga slogan menjadi sebuah kata basi semata.

Slogan laksana kalimat penguat visi sebuah laku. Jadi yang perlu lakunya. Perbuatan tanpa visi ibarat mengendari bajaj tanpa tahu mau kemana (wong anda naik bajaj sudah tahu tujuannya saja, masih nggak tahu khan kemana bajaj itu belok khan?). Tapi visi akan menjadi basi tanpa ada perbuatan yang nyata.

Apakah kita sudah tidak bisa berbuat namun hanya pintar membuat slogan? Anda yang bisa menjawabnya. Saya sendiri tidak tahu. Yang saya tahu, hari saya akan terisi dengan kesibukan membaca slogan basi. Siapa tahu kalo dikumpulkan bisa jadi buku.

Your Ad Here

0 Comments:

Post a Comment

<< Home